WWW.USBINOV.COMPiranti USB untuk PC, Laptop dan Raspberry Pi.

Membuat Alarm Suhu Ruang Server Menggunakan USB-TC101

raspi_usbtc101_alarm_400

Pada tulisan sebelumnya, Anda bisa membaca tentang bagaimana membuat aplikasi data logger sederhana menggunakan modul USB-TC101. Masih menggunakan modul USB yang sama dan skrip Shell, kali ini akan saya sampaikan hasil eksperimen saya membuat aplikasi alarm suhu dengan output buzzer.

Alarm suhu adalah sistem yang secara kontinyu melakukan pengukuran suhu dan membandingkannya dengan suatu nilai yang telah ditentukan (setting value). Jika suhu aktual (present value) melebihi nilai yang telah ditentukan, maka alarm akan berbunyi. Sistem alarm suhu seperti ini disebut Overheated Alarm.

Sistem yang bekerja sebaliknya, yakni alarm berbunyi jika suhu aktual kurang-dari nilai yang telah ditentukan disebut Underheated Alarm.

Pada eksperimen ini kita akan membuat Overheated Alarm untuk ruang server. Sangat penting untuk menjaga suhu ruang server agar senantiasa sejuk. Dengan Overheated Alarm yang akan membunyikan alarm jika suhu melebihi batas yang telah ditentukan, maka kita bisa segera mengecek kondisi Air Conditioner ruang server, mungkin saja sudah waktunya dibersihkan. Dengan demikian, ruang server akan lebih aman.

Nah, langsung saja kita menyusun skrip Shell singkat untuk aplikasi Overheated Alarm berbasis USB-TC101.

Untuk membaca suhu digunakan command-line tool bawaan modul USB-TC101 yakni usbtc101c. Hasil pembacaan ini kemudian dibandingkan dengan 30.0. Jika suhu lebih besar dari 30.0 maka alarm akan dibunyikan. Alarm akan otomatis dimatikan jika suhu sudah turun dibawah 30.0. Berikut adalah skripnya.

raspi_alarmsuhu_skrip

Variabel datasuhu menyimpan string tampilan hasil perintah sudo ./usbtc101c SUHU. Setelah menampilkan ke layar console dengan perintah echo, selanjutnya program melakukan parsing string dengan separator spasi. Ketika suhu aktual bernilai 28.2, maka hasil parsingnya adalah string “SUHU”, string “=” dan string “28.2”. Ketiga string tersebut disimpan dalam variabel string $1, $2 dan $3. Setelah mendapatkan nilai suhu aktual, program membandingkannya dengan SV dan melakukan aksi sesuai hasil perbandingan tersebut.

Buzzer pada USB-TC101 diaktifkan dengan perintah sudo ./usbtc101c ALARM. Untuk mematikan buzzer digunakan perintah sudo ./usbtc101c alarm.

Nah, sangat sederhana bukan? Setelah skrip selesai diketik dan disimpan, ubah atributnya menjadi executable dengan perintah chmod +x alarmsuhu.sh. Bagaimanakah hasil eksekusinya, simak screenshot berikut ini.

raspi_alarmsuhu_run

Nampak pada screenshot bahwa ketika suhu melebihi batas yang telah ditentukan (30.0) , maka alarm akan diaktifkan dan ketika suhu turun dibawah 30.0, maka buzzer akan dimatikan.

Semoga tulisan hasil eksperimen ini bermanfaat. Selamat berkarya!

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *