WWW.USBINOV.COMPiranti USB untuk PC, Laptop dan Raspberry Pi.

Cara Cepat Merusak Raspberry Pi Dan Solusi Pencegahannya

Bereksperimen dengan Raspberry Pi memang mengasikkan. Dengan sederet pin GPIO yang siap digunakan untuk berinteraksi dunia-luar dan dapat diprogram menggunakan bahasa pemrograman apapun, maka Raspberry Pi banyak diminati oleh kalangan IT. Dengan kemampuan Raspberry Pi yang setara komputer desktop, board ini sangat cocok untuk aplikasi Physical Computing yang sekarang semakin populer dengan adanya teknologi IoT.

Namun demikian, bereksperimen secara hardware dengan Raspberry Pi memerlukan pengetahuan dasar tentang elektronika, setidaknya kita mesti paham spesifikasinya secara elektronik. Memahami fungsi hardware tentu yang paling utama agar kita bisa mengaplikasikan Raspberry Pi, akan tetapi tanpa didukung pengetahuan elektronika yang memadai, maka resiko terjadinya kerusakan Raspberry Pi akan semakin besar. Sedikit “kecelakaan” saja bisa membuat kita gigit jari dan harus merogoh dompet lagi untuk mengganti board Raspberry Pi yang rusak.

Salah satu “kecelakaan ringan” namun berakibat fatal adalah:

Terhubungnya pin GPIO dengan sumber tegangan yang melebihi spesifikasi pin GPIO.

Inilah “cara cepat merusak Raspberry Pi” yang saya maksudkan. Dan tentunya ada banyak cara yang dapat menyebabkan Raspberry Pi menjadi rusak jika kita tidak berhati-hati dan mengabaikan batasan-batasan elektronik Raspberry Pi. Oleh karenanya sebagai pengguna dan perancang sistem berbasis Raspberry Pi, kita harus memahami spesifikasi dan batasan-batasan Raspberry Pi.

Bagaimana Tegangan 12V Bisa Merusak Raspberry Pi?

Pin GPIO dirancang untuk bekerja pada jangkauan tegangan 0 – 3,3V. Jika pin GPIO terhubung dengan sumber tegangan yang melebihi 3,3V atau kurang-dari 0V, maka akibatnya adalah kerusakan pada Raspberry Pi.

Mengapa demikian? Berikut adalah sedikit analisa bagaimana tegangan 12V yang sekejap saja masuk ke pin GPIO dapat merusak Raspberry Pi. Tegangan 12V saya pilih karena umumnya tegangan inilah yang digunakan sebagai penggerak relay dan motor DC, Servo dan Stepper.

Gambar berikut ini adalah gambar rangkaian ekuivalen dari pin GPIO Raspberry Pi. Gambar aslinya saya dapatkan dari situs Mosaic Industries hasil pencarian melalui Google.

raspi_gpio_circuit

Ketika tegangan 12V mengenai pin GPIO, maka tegangan 12V tersebut akan masuk ke rangkaian Raspberry Pi melalui dioda bagian atas (perhatikan gambar bagian tanda seru). Jika tegangan jatuh diode adalah kisaran 0,7V, maka tegangan 11,3V akan masuk pada jalur 3,3V dan BOOM!!!, Raspberry Pi pun rusak seketika itu juga.

Perhatian Pengguna Driver Motor L293D

IC L293D adalah komponen yang umum digunakan sebagai driver motor DC atau mini-servo. Penggemar robot pasti mengenal baik dengan komponen ini. Bagi Anda yang menggunakan komponen ini sebagai driver motor DC 12V, berhati-hatilah ketika menghubungkan pin-pin GPIO – akan lebih baik jika Anda menggunakan rangkaian pengaman seperti optoisolator. Jika tidak, maka berhati-hatilah agar Rasperry Pi Anda tidak rusak.

Perhatikan layout pin IC L293D berikut ini.

L293pinout

Perhatikan baik-baik Pin-7 (INPUT 2) dan Pin-8 (VC). Pin-7 adalah pin yang kita hubungkan ke salah satu pin GPIO Raspberry Pi dan Pin-8 adalah sumber tegangan 12V (untuk motor 12V). Perhatikan letak kedua pin tersebut yang berdampingan. Sedikit saja terhubung ketika aktif, maka Raspberry Pi Anda bisa langsung buyar. Jadi berhati-hatilah ketika Anda menggunakan L293D atau komponen lain dengan tendensi sejenis pada Raspberry Pi.

Solusi Pencegahan

Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa saya usulkan agar kejadian seperti di atas tidak terjadi, yakni:

  1. Pahami spesifikasi Raspberry Pi dan batasan-batasan Raspberry Pi.
  2. Ekstra hati-hati ketika bereksperimen. Jika merasa tergesa-gesa sebaiknya berhenti dahulu sejenak, istirahat.
  3. Pastikan semuanya dalam posisi OFF ketika merangkai.
  4. Pastikan rangkaian sudah OK sebelum mengaktifkan rangkaian.
  5. Gunakan rangkaian antarmuka/driver dengan optoisolator.
  6. Gunakan Arduino sebagai I/O (berkomunikasi via USB-Serial).
  7. Gunakan modul-modul USB siap-pakai ( www.usbinov.com ).

Nah, demikian Catatan Eksperimen Raspberrry Pi kali ini, semoga bermanfaat. Jika Anda punya pengalaman tentang bagaimana Anda merusakkan Raspberry Pi Anda, silakan berbagi melalui kolom komentar.

Tetap semangat bereksperimen dengan Raspberry Pi dan ingatlah sebuah pepatah bijak yang mengatakan bahwa:

Mencegah lebih baik daripada membeli Raspi

Selamat berkarya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *