WWW.USBINOV.COMPiranti USB untuk PC, Laptop dan Raspberry Pi.

Berkenalan Dengan Raspberry Pi 2 – Mulai Dari Buka Kardus Sampai Akses Remote Desktop

Raspi2 LCD

Berkenalan dengan Raspberry Pi 2 adalah catatan eksperimen yang berisi sepintas tentang Raspberry Pi 2 dan bagaimana cara instalasinya mulai dari:

  • membuka kardus hingga booting,
  • mengakses Raspberry Pi 2 secara remote menggunakan program SSH Client,
  • ekspansi filesystem SD Card
  • instalasi xrdp,
  • dan mengakses Raspberry Pi 2 dari PC/laptop menggunakan program aplikasi Remote Desktop Client.

Nah, langsung saja kita mulai berkenalan dengan Raspberry Pi 2.

Btw,  jika Anda tertarik dengan gambar di atas dan ingin mengetahui bagaimana cara menampilkan suhu CPU Raspberry Pi dan status penggunaan dan sisa memori, silakan membaca catatan eksperimen yang berjudul:

Cara Menampilkan Suhu CPU dan Memori Raspberry Pi

Raspberry Pi 2

Raspberry Pi 2 B adalah pengembangan dari board sebelumnya yakni Raspberry Pi B+ (512MB RAM). Adapun spesifikasi teknis Raspberry Pi 2 adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Teknis

  • Broadcom BCM2836 Arm7 Quad Core Processor running at 900MHz
  • 1GB RAM – bisa menjalankan program aplikasi yang lebih besar
  • 40pin extended GPIO
  • 4 x USB 2 ports
  • 1 x 1-/100 Ethernet Port
  • 4 pole Stereo output and Composite video port
  • Full size HDMI
  • CSI camera port for connecting the Raspberry Pi camera
  • DSI display port for connecting the Raspberry Pi touch screen display
  • Micro SD port for loading your operating system and storing data
  • Micro USB power source

Dengan prosesor Quad Core 900MHz dan RAM 1GB, Raspberry Pi 2 diklaim 6 kali lebih cepat dibanding versi sebelumnya. Juwosss! Layak dijadikan workstation / Home PC.

Catatan: Data spesifikasi saya ambil dari halaman resmi element14.

Membuka Kardus Raspberry Pi

Tidak ada yang istimewa dari kardus Raspberry Pi 2, ukurannya masih sama seperti kardus versi sebelumnya. Dari dalam kardus Raspberry Pi 2, Anda akan mendapati satu buah board Raspi2 yang terbungkus dalam plastik anti-static dan dua lembar dokumen (Safety Guide dan Quick Starter Guide).

Silakan memandangi sebentar board Raspberry Pi 2 Anda dengan terkagum-kagum. Bolak-balik supaya Anda mengenalnya lebih dekat. Setelah itu letakkan di atas meja. Hehehe…

microSDHC Card

Komponen pendukung utama Raspberry Pi 2 selain adaptor DC 5V adalah microSD Card. Saya menggunakan microSDHC Card merek SanDisk dengan kapasitas 8GB. Perbedaan microSD (Secure Digital) dan microSDHC (Secure Digital High Capacity) adalah kapasitasnya penyimpanan datanya. microSDHC bisa sampai 32GB. Btw, Anda bisa menggunakan kartu dengan kapasitas yang lebih besar jika dirasa memang perlu. Saya menggunakan kartu 16GB untuk Raspberry Pi B+ yang saya gunakan sehari-hari.

Laju Kecepatan Penulisan Data (Speed Class Rating)

Apapun merek dan berapapun kapasitas kartu yang Anda gunakan, satu hal yang wajib Anda pastikan adalah:

Gunakan kartu dengan logo Class 10

Jika memang terpaksa karena ketiadaan stok, maka setidaknya gunakan microSDHC dengan Class 6. Kartu Class 10 memiliki kecepatan penulisan data serial minimal 10MB/s dan kartu Class 6 memiliki kecepatan penulisan data serial minilai 6MB/s. Jadi, pastikan Anda menggunakan kartu dengan laju penulisan data yang tertinggi sehingga Raspberry Pi juga bisa running maksimal.

microsd

Sistem Operasi Raspberry Pi 2

Ada banyak pilihan sistem operasi untuk Raspberry Pi 2, antara lain:

  • Windows 10 IoT Core
  • Linux (Raspbian, Arch Linux Arm, PiCore, OpenELEC, dll)
  • RISC (ROOL = RISC OS Open Limited)
  • Android

Karena kita adalah pemula, maka kita gunakan sistem operasi yang paling umum dan direkomendasikan oleh Raspberry Pi, yakni Raspbian. Sistem operasi berbasis linux ini memiliki 3 pilihan yakni:

  • Raspbian Wheezy
  • Raspbian Jessie
  • Raspbian Jessie Lite

Raspberry Jessie adalah versi yang paling baru. Sedangkan Raspbian Jessie Lite adalah sistem operasi yang lebih cocok digunakan bagi pengguna yang sudah mahir. Adapun Raspbian Wheezy adalah sistem operasi yang lebih dahulu ada dan lebih matang.

Saya sudah mencoba Raspbian Jessie dan Raspbian Jessie Lite. Ketika saya coba melakukan instalasi program xrdp, proses terhenti karena gagal mengambil data dari repository. Jadi, saran saya, gunakan saja Raspbian Wheezy.

Download Raspbian Wheezy

Gunakan koneksi terbaik Anda dan download file image sistem operasi Raspbian Wheezy dari alamat www.raspberrypi.org/downloads/raspbian.

Pastikan koneksi Anda mantap karena ukuran filenya lumayan besar yakni 1,3GB. File masih dalam format .zip – setelah diekstraksi ukurannya akan menjadi 3,2GB.

Menulis Image Raspbian Wheezy Ke microSD

Untuk menuliskan file image ke dalam microSD, saya menggunakan freeware Rufus. Anda dapat mengunduh aplikasi ini dari rufus.akeo.ie. Caranya sangat mudah, tinggal tancapkan microSD pada soket yang tersedia (laptop) atau menggunakan USB Card Reader. Kemudian jalankan aplikasi Rufus – pilih Device (microSD) – pilih (buka) file image Raspberry Wheezy – klik tombol Start dan tunggu hingga proses selesai.

Jreeeng, microSD telah terisi Raspbian Wheezy OS dan siap digunakan.

Booting Pertama Kali

Masukkan microSD ke soketnya yang terletak di bagian bawah board Raspberry Pi. Gak usah kuatir terbalik karena microSD dan soketnya dirancang sedemikian rupa sehingga microSD tidak bisa masuk jika posisinya terbalik (kecuali jika Anda memaksanya dengan keras).

Selanjutnya, hubungkan Raspberry Pi ke jaringan (LAN) menggunakan kabel UTP dan nyalakan menggunakan adaptor DC 5V.

Tunggu sebentar hingga kira-kira proses booting Raspberry Pi selesai dan masuk ke kondisi ‘standby’.

Buka program SSH Client. Contoh program yang populer adalah Putty. Jika Putty telah terinstalasi dan menjadi default untuk telnet, maka kita bisa langsung memanggilnya dari command-prompt dengan perintah:

> ssh pi@192.168.1.104

Ganti alamat IP pada contoh di atas dengan alamat IP Raspberry Pi Anda. Anda bisa menggunakan program semacam IP Scanner untuk mengidentifikasi IP Raspberry Pi atau secara manual memanggil program ping untuk mengecek keberadaan alamat IP.

DHCP router saya menyediakan IP mulai alamat 192.168.1.100, jadi untuk mengidentifikasi alamat IP Raspberry Pi saya, saya biasa melakukan ping ke alamat .100, .101, .102 dan seterusnya.

Nah, setelah SSH Client dijalankan dengan alamat IP yang tepat, maka sekejap kemudian akan muncul tampilan yang dikirim oleh Raspberry Pi berupa permintaan masukan password. Untuk username = pi, passwordnya adalah raspberry. Setelah kita masukkan password dengan benar, maka muncullah prompt dan kita pun bisa mengakses Raspberry Pi melalui SSH Client.

raspi_ssh

Ekspansi Filesystem SD Card

Hal pertama dan terpenting yang perlu dilakukan ketika pertama kali menjalankan Raspberry Pi adalah melakukan ekspansi SD Card. Hal ini perlu dilakukan agar kita dapat mengakses seluruh kapasitas dari SD Card yang kita gunakan.

Caranya adalah dengan menjalankan program konfigurasi Raspberry Pi yakni raspi-config.

$ sudo raspi-config

Pilih menu nomor 1 dan tekan ENTER. Proses pemekaran filesystem akan dilakukan secara otomatis.

raspi-config

Setelah proses ekspansi filesystem selesai, sekarang kita lanjut ke proses berikutnya yakni instalasi xrdp.

Instalasi Program xrdp

xrdp adalah program Remote Desktop Protocol Server. Berbeda dengan akses melalui SSH yang hanya memiliki tampilan teks (console), maka dengan Remote Desktop Protocol, kita bisa mengakses Raspberry Pi secara GUI.

Untuk melakukan instalasi program xrdp, perintahnya adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install xrdp

Proses instalasi hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja (tergantung kecepatan koneksi). Dan jika proses instalasi berjalan dengan baik, maka Raspberry Pi pun siap diakses dari laptop, komputer atau bahkan gadget Anda secara GUI menggunakan program Remote Desktop Client.

Untuk Windows, program Remote Desktop Client terpadat pada menu Accessories. Tinggal klik-sorot-klik untuk menjalankannya.

rdpw

Masukkan alamat IP Raspberry Pi pada field Computer dan pi pada field User name. Kemudian klik tombol Connect dan sesaat kemudian akan muncul dialog login seperti gambar berikut ini.

xrdp_login

Ketikkan raspberry pada field password dan klik OK atau tekan ENTER. Tunggu beberapa saat dan hasilnya adalah seperti ini.

raspi2 login

Alhamdulillaahi robbil ‘alamiin, sekarang Anda siap mengeksplorasi Raspberry Pi Anda. Jangan keasikan dan jangan lupa untuk selalu membaca terlebih dahulu referensi-referensi Raspberry Pi (blog ini salah satunya) agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan ketika bereksperimen.

Nah, sekian dulu Catatan Eksperimen Raspberry Pi kali ini, semoga bermanfaat.

Sampai jumpa lagi pada catatan eksperimen selanjutnya.

Selamat berkarya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *