WWW.USBINOV.COMPiranti USB untuk PC, Laptop dan Raspberry Pi.

Bagaimana Cara Mengontrol Relay Menggunakan Raspberry Pi dan REBOL

raspi_lcd_relay

Selamat berjumpa kembali pada Catatan Eksperimen Raspberry Pi.

Mengontrol relay menggunakan Raspberry Pi sangatlah mudah, yang kita butuhkan hanyalah rangkaian Driver Relay DC5V dan program. Driver relay bisa kita dapatkan di toko-toko online atau bisa juga kita membuatnya sendiri dengan rangkaian yang sederhana menggunakan transistor NPN. Pada catatan eksperimen kali ini saya akan memberikan contoh rangkaian driver relay dan contoh program pengontrolan relay.

Nah, langsung saja, gambar berikut ini adalah sketsa rangkaian driver relay menggunakan transistor 9013 yang dilengkapi dengan LED indikator.

raspi relay

Pada eksperimen ini saya menggunakan prototipe board driver relay 2-channel yang sedianya untuk Arduino tapi masih perlu perbaikan (lihat foto di atas).

Bagaimana Relay Bekerja

Pada rangkaian di atas, relay akan bekerja jika nilai tegangan pada GPIO = 3,3V atau berlogika “1”. Ketika GPIO berlogika “1” maka transistor NPN akan aktif sehingga kumparan relay akan dialiri arus dan menghasilkan elektromagnet. Elektromagnet yang dihasilkan kumparan relay akan menarik kontak NO (Normally-Open) relay. Dan ketika GPIO berlogika “0”, maka transistor akan off dan aliran arus ke kumparan relay akan terputus sehingga elektromagnet yang menahan kontak NO akan hilang (relay kembali off).

Pada eksperimen ini, RELAY-1 saya hubungkan ke pin GPIO-23 dan RELAY-2 saya hubungkan ke pin GPIO-24.

Contoh Program Relay Flicker

Relay flicker adalah program sederhana untuk menguji kerja rangkaian driver relay. Program akan menghidupkan dan mematikan relay secara bergantian secara terus-menerus dengan durasi-on dan durasi-off tertentu. Berikut adalah kode programnya dalam bahasa REBOL.

Kode Program rpi-relay-flicker.r

REBOL [
    Title: "Relay Flicker 0.1"
    Date: 16/01/2016
    File: %rpi-relay-flicker.r
    Programmer: "Chandra MDE"
    Website: http://raspi.teknikelektrolinks.com
]

init-gpio: func [
    pin [integer!]
    dir [string!]
][
    either exists? to file! ajoin [%/sys/class/gpio/gpio pin][
        write to file! ajoin [%/sys/class/gpio/gpio pin "/direction"] dir
    ][
        write %/sys/class/gpio/export ajoin [pin]
        write to file! ajoin [%/sys/class/gpio/gpio pin "/direction"] dir
    ]
]

set-gpio: func [
    pin [integer!]
][
    write to file! ajoin [%/sys/class/gpio/gpio pin "/value"] "1"
]

reset-gpio: func [
    pin [integer!]
][
    write to file! ajoin [%/sys/class/gpio/gpio pin "/value"] "0"
]

init-gpio 23 "out"
init-gpio 24 "out"

forever [
    set-gpio 23 wait .5
    reset-gpio 23 wait .5
    set-gpio 24 wait .5
    reset-gpio 24 wait .5
    loop 3 [
        set-gpio 23
        set-gpio 24
        wait .5
        reset-gpio 23
        reset-gpio 24
        wait .5
    ]
]

Program rpi-relay-flicker.r akan menghidupkan RELAY-1 selama 500ms dan kemudian mematikannya. Selanjutnya program akan menghidupkan RELAY-2 selama 500ms dan kemudian mematikannya. Dan selanjutnya program akan menghidupkan RELAY-1 dan RELAY-2 selama 500ms dan kemudian mematikannya. Proses hidup-mati berbarengan ini berlangsung 3 kali (loop 3).

Pada foto di atas terlihat adanya komponen LCD yang menampilkan status RELAY-1 dan RELAY-2, tapi program pada catatan eksperimen ini hanyalah mengontrol relay tanpa LCD. Penggabungan driver relay dan LCD akan saya berikan contohnya pada catatan eksperimen selanjutnya.

Video Demo

Video dari demo rpi-relay-flicker ini dapat Anda saksikan di YouTube, berikut adalah link videonya.

[ https://youtu.be/S02nAzZ84WQ ]

Rencana Selanjutnya

Nah, sekarang kita sudah bisa mengontrol relay menggunakan Raspberry Pi. Relay tersebut dapat digunakan untuk mengaktifkan lampu, alarm atau fan. Rencana saya selanjutnya adalah sedikit mengembangkan eksperimen sebelumnya yang menampilkan suhu CPU Raspberry Pi dengan menambahkan driver relay untuk membuat sistem kontrol otomatis fan berdasarkan suhu CPU Raspberry Pi. Jika suhu CPU melebihi batas yang ditentukan, relay akan aktif dan menghidupkan fan. Dan jika suhu CPU sudah turun dibawah batas yang telah ditentukan, relay akan off dan mematikan fan.

Demikian catatan eksperimen kali ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada Catatan Eksperimen Raspberry Pi selanjutnya.

Selamat berkarya.

 

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *