WWW.USBINOV.COMPiranti USB untuk PC, Laptop dan Raspberry Pi.

Apakah Raspberry Pi Model B+ Lebih Menggoda Dibanding Model B?

Tulisan ini tidak secara teknis membandingkan Raspberry Pi Model B dengan Model B+. Tulisan ini lebih kepada pandangan subyektif saya terhadap kedua model Raspberry Pi tersebut dengan segala kondisi privat yang ada pada saya. Jika ingin membandingkan secara teknis mengenai keduanya, silakan membaca dokumentasi oleh SparkFun di halaman berikut ini: Raspberry Pi B dan Raspberry Pi B+.

Saat ini saya menggunakan Raspberry Pi Model B karena dulu waktu saya beli, Model B+ belum dirilis. Raspberry Pi Model B+ dengan lebih banyak port USB dan lebih banyak GPIO tentu lebih menggoda. Belum lagi soket memori MicroSD yang tentu lebih mini dibanding SD Card, sehingga Model B+ terlihat lebih rapi dan lebih hemat tempat. Upgrade ke Model B+ tentu dipertimbangkan, tapi perlukah upgrade ke Model B+ ? Semoga pertanyaan ini terjawab pada akhir tulisan ini.

Halo, di Raspberry Pi Model B+ kok gak ada soket RCA…

Huss, siapa bilang? Ada. Memang tidak kelihatan secara fisik seperti Model B. Pada Raspberry Pi Model B+, soket audio dan video analog dijadikan satu dan tidak berseberangan dengan soket HDMI melainkan bersanding di sebelahnya. Port USB-nya pun dibuat rata dengan tepi board sehingga terkesan lebih rapi. Tak bisa dipungkiri memang desain board Raspberry Pi Model B+ terbukti lebih baik dibanding dengan Model B.

Bagaimana dengan prosesor dan RAM?

Untuk prosesor dan RAM keduanya masih sama menggunakan ARMv6 dengan 512 MB. Jadi secara performa tidak berbeda. Memang Raspberry Pi Model B+ lebih hemat daya dibanding Model B (600mA dibanding 750mA). Tapi selama teknologi pendinginan diterapkan maka Raspberry Pi Model B pun tidak akan bermasalah.

Yang menyebabkan saya tidak tergoda untuk mengganti Raspberry Pi Model B dengan Model B+ adalah karena prosesornya yang masih menggunakan ARMv6. Seandainya ARMv7 maka pasti sangat tergoda untuk mengganti. :D

Kalaupun ingin ganti atau beli lagi, ganti atau beli saja Raspberry Pi 2 dengan ARMv7 yang baru dirilis awal Februari tahun ini (2015). Masih fresh dan sekilas baca katanya gratis Windows 10. Wow! :D

Btw, salah satu hal yang tidak bisa saya lakukan di Raspberry Pi Model B (ataupun Model B+) adalah menggunakan REBOL versi GUI. REBOL versi console memang bisa berjalan di Raspberry Pi ARMv6, tapi tidak dengan versi GUI-nya. REBOL 3 versi GUI hanya tersedia untuk ARMv7. Salah satu pengguna bahasa pemrograman REBOL adalah perusahan rekayasa sistem kontrol dan otomasi berbasis komputer Atronix Engineering. Perusahaan ini menggandeng Saphirion dalam mengembangkan REBOL 3.

Jadi kesimpulannya untuk saat ini dan beberapa waktu ke depan saya masih akan menggunakan Raspberry Pi Model B. Mudah-mudahan nanti akan ada saatnya saya menggunakan Raspberry Pi 2 atau Odroid. A-miin… :)

ODROID-U3

ODROID-U3

Saran saya, bagi Anda yang belum punya Raspberry Pi, Anda bisa menggunakan Raspberry Pi Model B+ atau sekalian saja menunggu Raspberry Pi 2 muncul dipasaran lokal. Atau Anda bisa menggunakan alternatif SBC lain seperti Odroid yang sudah beredar di pasaran lokal.

Sekian dan terima kasih sudah membaca tulisan yang belepotan ini.

Selamat belajar.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *